Peneliti CIPS Sebut Keadaan Politik Dalam Negeri Perlebar Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

Peneliti CIPS Sebut Keadaan Politik Dalam Negeri Perlebar Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

Akhir-akhir ini, kondisi dunia politik dan ekonomi sedang memanas, berbagai peristiwa politik menghiasi lini berita setiap hari. Menurut Pingkan Audrine Kosijungan yang selaku peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies(CIPS), hal tersebut bisa memperlebar ancaman resesi ekonomi untuk Indonesia. Resesi ekonomi tengah menjadi ancaman baru bagi perekonomian global, bahkan sejumlah negara maju tidak luput dari ancalaman ini. Indonesia sebagai negara yang ikut terdampak dalam ketidakpastian ekonomi global, harus waspada dan mengantisipasi ancaman resesi

Bila tidak adanya langkah antisipasi, situasi politik dalam negeri yang sekarang mulai membaik akan tetapi tidak stabil membuat Indonesia rawan terkena resesi ekonomi. Pingkan juga menyebutkan bahwa langkah preventif yang dilaksanakan pemerintah sangatlah penting untuk melindungi perekonomian nasional dari gejolak ekonomi global. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong cukup realistis dengan target pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, pemerintah wajib mewaspadai ancaman resesi global yang mungkin terjadi pada tahun depan.

Baca Selengkapnya : Jabaran Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Menlu

Setidaknya ada dua faktor utama yang dapat diantisipasi oleh pemerintah untuk menghadapi gejolak ekonomi global yang tengah berada di ambang resesi ini. Pertama yaitu faktor internal yang mencakup stabilitas kondisi sosial dan politik Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan investasi. Sayangnya dinamika politik dalam negeri beberapa bulan belakangan ini kian dinamis. Hal tersebut dapat dilihat dengan masih adanya gelombang demonstrasi yang menuntut parlemen untuk meninjau kembali RUU yang dinilai merugikan rakyat serta kontroversial. Semakin disayangkan juga bahwa beberapa demonstrasi tersebut berujung ricuh dan mendorong sentimen negatif dalam pasar sehingga membuat para investor ngambil langkah ‘menunggu dan memperhatikan’.

Faktor selanjutnya merupakan faktor eksternal yang mencakup kondisi perekonomian dari negara-negara kerjasama bidang dagang maupun para penanam modal asing, hal tersebut tentu mengancam iklim investasi di Indonesia. Pemerintah pun wajib waspada sebab resesi ekonomi dapat menyebar dengan cepat.

Melihat contoh negara tetannga yakni Singapura yang saat ini sedang mengalami perlambatan yang cukup signifikan pada dua kuartal terakhir.

Politik Dalam dan Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*