Masalah politik internal menjadi risiko bagi Rupiah

Masalah politik internal menjadi risiko bagi Rupiah

Komite Stabilitas Sistem Keuangan menganggap bahwa stabilitas sistem keuangan nasional masih terjaga.

Namun, panitia yang dibentuk oleh Sri Mulyani Indrawati, Perry Warjiyo, Wimboh Santoso dan Halim Alamsyah berhati-hati tentang tekanan tersebut. Itu terjadi pada nilai tukar rupiah.

KSSK, Sri Mulyani menjelaskan, mencatat potensi tekanan pada nilai tukar rupiah, yang terutama berasal dari faktor-faktor eksternal seperti Dunia Politik dan Ekonomi dan kenaikan yang direncanakan dalam suku bunga acuan oleh Federal Reserve / The Fed dan perang komersial.

Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar saat ini menjadi prioritas bagi pemerintah dan BI. Bank sentral juga akan mencari beberapa instrumen moneter untuk mendorong penguatan rupiah.

Baca Selengkapnya : Jabaran Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Menlu

Dari BI, di sektor moneter, tugas kami adalah memperkuat kombinasi kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan internal dengan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi. Fokus politik kami tetap menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama nilai tukar rupee dengan mengoptimalkan pilihan instrumen yang ada di BI

Langkah-langkah untuk menyelamatkan Rupiah:

1. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya atau suku bunga 7 hari pengisian terbalik BI.

Perry menambahkan, BI telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 100 basis poin selama 2018. Selain itu, bank sentral juga santai untuk meminjamkan properti dan mengelola likuiditas bank.

2.Pengusaha yang menarik untuk menggunakan Swap Valas murah

BI berjanji untuk membuka lelang pertukaran mata uang lebih sering. Tujuannya, sebagai pertanggungan (coverage) dan menjaga likuiditas. Bank sentral ini akan memberikan nilai tukar mata uang asing yang lebih murah. Saat ini, bunga swap mata uang yang diberikan kepada bank adalah sekitar 6,2% untuk satu bulan dan 7,3% untuk tiga bulan.

Sebagai perusahaan yang memiliki mata uang, mereka membutuhkan rupiah. Sekarang mereka masih ingin memiliki mata uang, mereka tidak perlu menjual mata uang segera, mereka dapat menukar mata uang karena swap murah. Kami menekankan bahwa tidak benar bahwa swap mahal. Mereka harus dari bank ke perusahaan , dalam kasus terbaik, hingga 1%, itu juga sudah mahal. Kami mencoba untuk bertukar swap bisa lebih rendah dan untuk perusahaan yang lebih murah lagi. Instrumen ini disebut cakupan, pertukaran cakupan. Perusahaan yang membutuhkan Mata uang jangka panjang dapat melakukan swap lindung nilai dengan jangka waktu satu tahun

3. Mengurangi impor bahan bakar dan belanja infrastruktur.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memangkas beberapa impor sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Impor yang akan dibatasi adalah bahan bakar minyak (BBM) dan impor untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Dengan pengurangan ini, beberapa risiko akan diterima, mulai dengan menunda beberapa proyek infrastruktur hingga mengganti bahan bakar dengan menerapkan penggunaan penuh B20.

Penggunaan B20 dapat segera diimplementasikan dan ini akan mempengaruhi impor bahan bakar dan impor pengganti. Kami juga ingin memastikan bahwa proyek ini penting dan mendesak, sehingga dapat ditunda untuk tahun depan.

Politik Dalam dan Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*