DPR akan membentuk komite kerja untuk melihat skandal Jiwasraya dan Asabri

DPR akan membentuk komite kerja untuk melihat skandal Jiwasraya dan Asabri

Dewan Perwakilan Rakyat akan membentuk komite kerja yang terdiri dari tiga anggota komisi legislatif untuk menyelidiki masalah seputar perusahaan asuransi milik negara, Asuransi Jiwasraya, dan Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Wakil ketua Dunia Politik dan Ekonomi DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan lebih layak untuk membentuk komite kerja daripada komite khusus karena yang terakhir akan lebih lama untuk dibentuk. Komite kerja akan melibatkan Komisi III DPR yang mengawasi urusan hukum, Komisi VI yang mengawasi perdagangan, industri dan investasi, dan Komisi XI yang mengawasi urusan keuangan.

Mendirikan komite kerja lebih layak karena pemerintah ingin menanggapi dengan cepat masalah tersebut, kata Dasco pada hari Rabu.

Politisi Partai Gerindra mengatakan komite dapat segera dibentuk dalam setiap komisi mulai Rabu.

Komisi III DPR akan mengawasi Kantor Kejaksaan Agung (Kejaksaan Agung) dalam menangani kasus-kasus tersebut, Komisi VI akan bertugas mengawasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara dalam pengendalian kerusakan dan Komisi XI akan memantau pencairan dana publik pemerintah, sebuah tugas yang sebelumnya ditangani oleh asuransi negara terkepung, katanya.

Mengembalikan dana yang hilang adalah yang paling penting, kata Dasco, menambahkan bahwa inisiatif komite kerja tidak ada hubungannya dengan Presiden Joko Widodo dan karenanya bukan tindakan intervensi dari Istana Negara.
Baca Selengkapnya : Nasionalisme Indonesia vs. Hukum Internasional

Kejaksaan saat ini mempelopori penyelidikan Jiwasraya atas dugaan kesalahan manajemen dalam perusahaan, yang telah melihat tiga mantan eksekutifnya bersama dua pengusaha bernama tersangka dalam kasus ini.

Asabri, sementara itu, menghadapi tuduhan korupsi setelah portofolio sahamnya anjlok dan menyebabkan kerugian Rp 10 triliun (US $ 728,9 juta), menarik perhatian para pejabat tinggi.

Pemerintah sebelumnya berjuang untuk membendung dampak dari situasi di Jiwasraya dan Asabri dengan mendorong sejumlah langkah antisipatif, termasuk audit skala besar pada setiap perusahaan asuransi dan pensiun milik negara di negara itu untuk memetakan investasi yang lebih layak. skema dan mencegah masalah likuiditas.

Politik Dalam dan Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*