Peringatan Puan Terhadap Pemerintahan Jokowi soal Pelonggaran PSBB

Peringatan Puan Terhadap Pemerintahan Jokowi soal Pelonggaran PSBB

Politik Indonesia, Ketua DPR Republik Indonesia Puan Maharani menyinggung sejumlah tes untuk virus korona (Covid-19) yang tidak pasif seperti rencana Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan terhadap rencana relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Puan mengingatkan pemerintah bahwa jumlah kasus positif dalam mahkota masih bergerak. Dia meminta pemerintah untuk berhati-hati ketika memutuskan untuk bersantai di PSBB.

“Data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR belum mencapai target yang ditetapkan oleh presiden, yang masih 5.000 sampel per hari atau setengah dari target 10.000 sampel per hari,” kata Puan dalam sebuah pernyataan tertulis. Senin (11/5).

Read More: Mumtaz Sebut Hanafi Rais Tak Dewasa Berpolitik , dan Berbicara Soal Mundur

Dalam catatan yang diungkapkan oleh kepala Satuan Tugas Covid-19, Doni Monardo, jumlah tes per hari di Indonesia tidak pernah mencapai 10.000. Angka tertinggi adalah 9.630 tes pada hari Jumat (8/5). politik dalam dan luar negeri

Selain itu, Puan meminta pemerintah untuk melakukan studi komprehensif jika ingin memutuskan relaksasi PSBB. Dia mengatakan bahwa kebijakan harus dibuat berdasarkan data.

“Dilakukan atau didasarkan pada data lengkap, yang dianalisis dengan cermat. Karena kami tidak ingin peningkatan tingkat infeksi baru,” kata Puan.

Politisi PDIP mengatakan pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang memperhatikan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dia menekankan bahwa pemerintah seharusnya tidak lagi membingungkan masyarakat ketika membuat keputusan. Dunia Politik dan Ekonomi

“Kebijakan yang diputuskan nanti harus disosialisasikan dengan masyarakat secara keseluruhan, bersamaan dengan implementasi yang terkoordinasi sehingga kebingungan tidak muncul di masyarakat,” kata Puan.

Sebelumnya, pidato relaksasi PSBB diberikan oleh Menteri Koordinator Kebijakan dan Keamanan, Mahfud MD. Mahfud mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk bersantai untuk menjaga ekonomi rakyat.

Pidato diikuti oleh relaksasi transportasi yang didirikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi minggu lalu. Kemudian ada juga pidato relaksasi di rumah ibadah yang direncanakan oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Ekonomi Indonesia

“Sebagai contoh, relaksasi di fasilitas transportasi, relaksasi di pusat perbelanjaan, kami akan mencoba nanti untuk menawarkan relaksasi di rumah-rumah ibadah, tetapi kami tidak mengusulkannya, tetapi kami sudah memiliki ide,” kata Fachrul pada Rapat Kerja VIII Komite Dewan Perwakilan Rakyat dengan Kementerian Agama, Senin (11/5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*