Tidak Ada Kejelasan Pemerinta, PKS Menghimbau Masyarakat Agar Tetap Menjaga Diri Sendiri

Tidak Ada Kejelasan Pemerinta, PKS Menghimbau Masyarakat Agar Tetap Menjaga Diri Sendiri

Politik Indonesia, Anggota Komisi IX DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati, meminta masyarakat untuk mencari upaya independen untuk melengkapi protokol kesehatan di tengah pandemi coronavirus (Covid- 19).

Menurut dia, upaya independen diperlukan karena upaya pemerintah untuk mengendalikan pandemi coronavirus kurang dan kurang jelas. Bahkan, lanjutnya, kebijakan pemerintah seringkali kontradiktif dan berubah dalam penanganan pandemi mahkota.

“Upaya untuk mengendalikan Covid-19 menjadi kurang jelas. Pemerintah belum menunjukkan langkah langsung, konsisten dan jelas dalam mengelola transmisi Covid-19 sebagai akibat dari dampak yang dihasilkan di berbagai sektor,” kata Mufida. dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Read More: Survei Membuktikan Penanganan Atas Corona oleh Provinsi Lebih Baik dari Pusat

“Tidak ada cara lain bagi masyarakat untuk mengandalkan upaya independen dengan cara tertib untuk mengimplementasikan protokol kesehatan,” katanya. politik dalam dan luar negeri

Pemerintah telah terlihat tidak jelas, menurut Mufida, baik menanggapi kegiatan kembali ke rumah atau kembali ke kota asalnya sebelum liburan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Mufida mengatakan pemerintah telah melarang mudik, tetapi telah memungkinkan berbagai moda transportasi umum berfungsi. Berbagai jenis masalah muncul karena kebijakan yang saling bertentangan ini.

“Bahkan dengan kewajiban untuk mematuhi protokol kesehatan, fakta-fakta di lapangan menunjukkan bahwa protokol tersebut diabaikan. Lihat saja bandara yang ramai dan penyeberangan pelabuhan, belum lagi masalah sertifikat kesehatan palsu,” katanya.

Mufida juga menyesalkan pidato pemerintah yang memudahkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketika beberapa pemerintah daerah berjuang untuk menerapkan PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus coronavirus. Dunia Politik dan Ekonomi

Di tengah kondisi ini, Mufida menyatakan bahwa gaya hidup sehat dengan rajin mencuci tangan, mengenakan topeng, dan disiplin menjaga jarak atau jarak fisik harus menjadi kebiasaan baru bagi semua orang.

“Saya juga mengundang semua orang, sementara kita masih di bulan Ramadhan, kita banyak berdoa meminta Tuhan untuk melindungi kita semua dan menyelesaikan semua kesulitan yang disebabkan oleh Covid-19,” katanya.

Kasus positif infeksi coronavirus di Indonesia pada Jumat (22/5) mencapai 20.796 kasus. Dari jumlah ini, 5.057 dinyatakan sembuh. Sementara itu, jumlah korban tewas adalah 1.326.

Dikutip pada halaman resmi Covid-19 Driving Acceleration Task Force pada Jumat (22/5) pukul 16:15 WIB, kasus mahkota positif meningkat 634 kasus dari hari sebelumnya. Ekonomi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*