Publik Menganggap RUU HIP Telah Mengubah Pancasila Menjadi Ekasila

Publik Menganggap RUU HIP Telah Mengubah Pancasila Menjadi Ekasila

Lembaga Indikator Kebijakan mengatakan ada persepsi di masyarakat bahwa RUU Ideologi Pancasila (HIP RUU) akan mengubah pangkalan negara itu menjadi Trisila dan Ekasila. Politik Indonesia

Direktur eksekutif indikator politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa hanya 28,4 persen dari 1.200 responden yang mengetahui RUU HIP. Namun dari jumlah itu, sebagian besar memiliki pandangan negatif terhadap RUU HIP.

“Kami masih bertanya kepada mereka yang tahu, apakah RUU HIP dianggap mengubah Pancasila menjadi Ekasila dan Trisila? Secara keseluruhan, ini menanggapi perubahan dalam RUU HIP,” kata Burhan dalam pernyataan jajak pendapat virtual, Selasa (21). / 07).

Burhan menjelaskan bahwa 53,5 persen orang tahu bahwa RUU HIP mempertimbangkan Ekasila dan Trisila untuk menggantikan Pancasila. Jumlah ini setara dengan 15,2% dari total jumlah responden dengan total 1.200 orang. Dunia Politik dan Ekonomi

Oleh karena itu, indikator tersebut juga menunjukkan bahwa 68,7 persen orang yang tahu tentang RUU HIP menolak rancangan peraturan tersebut. Jumlah ini sama dengan 19,5 persen dari semua responden. Ekonomi Indonesia

Burhan mengatakan survei dilakukan sesaat sebelum presentasi RUU Badan Pengembangan Ideologi Pancasila. Dia percaya bahwa rancangan pemerintah yang diusulkan dapat menekan opini publik negatif terhadap RUU HIP.

Lembaga Indikator Kebijakan mengatakan ada persepsi di masyarakat bahwa RUU Ideologi Pancasila (HIP RUU) akan mengubah pangkalan negara itu menjadi Trisila dan Ekasila.

Direktur eksekutif indikator politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa hanya 28,4 persen dari 1.200 responden yang mengetahui RUU HIP. Namun dari jumlah itu, sebagian besar memiliki pandangan negatif terhadap RUU HIP.

Read More: PSBB Transisi di Jakarta Telah Diperpanjang sampai 30 Juli 2020

“Kami masih bertanya kepada mereka yang tahu, apakah RUU HIP dianggap mengubah Pancasila menjadi Ekasila dan Trisila? Secara keseluruhan, sebagai tanggapan atas perubahan dalam RUU HIP,” kata Burhan dalam pernyataan jajak pendapat virtual pada Selasa (5/10). 07/21).

Burhan menjelaskan bahwa 53,5 persen orang tahu bahwa RUU HIP mempertimbangkan Ekasila dan Trisila untuk menggantikan Pancasila. Jumlah ini setara dengan 15,2% dari total jumlah responden dengan total 1.200 orang. Politik dalam dan luar negeri

Oleh karena itu, indikator tersebut juga mencatat bahwa 68,7 persen orang yang tahu tentang RUU HIP menolak rancangan peraturan tersebut. Jumlah ini sama dengan 19,5 persen dari semua responden.

Burhan mengatakan survei dilakukan sesaat sebelum pengajuan RUU Badan Pengembangan Ideologi Pancasila. Dia percaya bahwa rancangan pemerintah yang diusulkan dapat menekan opini publik negatif terhadap RUU HIP.

“Mungkin pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang mencari titik temu tampaknya meredakan ketegangan interpretasi yang berbeda, terlepas dari apakah RUU HIP mengubah Pancasila atau tidak. Persepsi publik telah dibangun,” katanya.

Survei dilakukan oleh Indikator Kebijakan dari 13-16 Juli 2020 hingga 1.200 responden melalui telepon. Toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*