Apakah Vaksin berasal dari china halal? DPR meminta agar Presiden memastikannya

Apakah Vaksin berasal dari china halal? DPR meminta agar Presiden memastikannya

Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta pemerintah memastikan vaksin virus corona (Covid-19) yang akan digunakan di Indonesia aman dan legal untuk masyarakat. Termasuk vaksin Sinovac dari China yang sudah teruji secara klinis di Jawa Barat. Politik Indonesia

“Memastikan vaksin yang akan digunakan di Indonesia benar-benar aman, termasuk Sinovac China, termasuk halal,” kata Yandri saat rapat kerja dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kompleks DPR / MPR. Jakarta. , Kamis (3/9))

Saat ini, tiga perusahaan China telah memasuki uji klinis fase ketiga. Ketiga perusahaan tersebut adalah Sinovac Biotech Ltd, China National Biotec Group Sinopharm dan CanSino. Dunia Politik dan Ekonomi

Sedangkan untuk vaksin Sinovac, pemerintah berencana menyuntikkannya ke 1.620 relawan di Kota Bandung. Uji klinis juga dimulai pada 14 Agustus. Vaksin ini harus mulai diproduksi dari Januari hingga April 2014.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemerintah juga harus menetapkan harga standar vaksin corona yang akan diproduksi massal.

Politisi Partai Golkar ini khawatir harga vaksin akan menjadi alat komersial di Indonesia.

“Ini menjadi perdebatan publik tentang vaksin ini, jangan heran vaksin ini menjadi alat komersial,” kata Ace. Ekonomi Indonesia

Pemerintah sebelumnya mengaku tidak akan memberikan harga referensi untuk vaksin Covid-19. Mereka akan memberi wewenang kepada penjual untuk menentukan harga jenis vaksin independen.

Read More: Tewas di kepolisian Sorong, bukan karena dia dipukul oleh polisi, Mari kita simak ceritanya

Ketua Komite Manipulasi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah juga akan memberikan vaksin gratis selain vaksin stand alone.

Vaksin gratis ini akan didukung penuh oleh pemerintah, sedangkan vaksin mandiri menjadi tanggung jawab masyarakat. Namun, untuk vaksin tersendiri, dia tidak menyebutkan berapa yang harus dibayar masyarakat.

“Harga dinamisnya tinggi, tergantung masing-masing penjual, bukan saya, tapi penjualnya. Oleh karena itu, kita harus membuat vaksin Merah Putih agar jika negara lain mau membeli vaksinnya kita tentukan harganya. , “Erick usai bertemu dengan IDI dan PPNI, Kamis (09/03). Politik dalam dan luar negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*