Ketua KAMI Medan Mengakui Ada Unsur Ajakan Demo Rusuh , ’98 di Grup WhatsApp

Ketua KAMI Medan Mengakui Ada Unsur Ajakan Demo Rusuh , ’98 di Grup WhatsApp

Ketua Koalisi Aksi Selamatkan Indonesia (WE) Medan, Khairi Amri, mengakui maraknya aksi demo di WhatsApp Group (WAG) “WE Medan”. Salah satu anggota grup meminta demo seperti tahun 1998.

“(Nama WAG) WE Medan. Saya buat grup WA baru akhir September atau awal Oktober, ini baru. Ya rencana komunitas KAMI begini, karena KAMI sudah dari Sumatera Utara. . sudah mapan ya? Ini Medan yang kita bangun, “kata Khairi dalam wawancara eksklusif dengan detik.com di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin malam (12/10/2020) malam. Politik Indonesia

Khairi kemudian menyebut dirinya pemrakarsa KAMI Medan, sekaligus pengelola WAG. Sejauh yang diingat Khairi, anggota WAG berjumlah 40. Menurut Khairi, dia jarang merevisi isi percakapan di grup “WE Medan” karena kesibukannya. Dunia Politik dan Ekonomi

“Saya penggagas US Medan. Admin (WAG WE Medan), admin ada beberapa orang. (Jumlah anggota WE Medan WAG) tidak banyak, masih sekitar 40. Saya jarang buka, kecuali Itu sudah larut, saya baru membaca. Tapi sebenarnya saya bilang persiapan program, kapan rapat akan diadakan. Tapi kadang ada permainan, kita kirim meme apa adanya, “kata Khairi.

Karena dia jarang mengecek percakapan dalam grup, Khairi melanjutkan, menyadari bahwa dua anggota grupnya telah meminta demonstrasi yang merajalela. Khairi mengatakan dua anggota kelompok itu dibawa bersamanya ke markas besar Kepolisian Nasional. Ekonomi Indonesia

“Ya saya tidak pegang kendati saya mengalami kecelakaan yang terakhir, saya baru membukanya. Saya baru sadar itu isinya. Kadang saya hanya klik saja, saya tidak membacanya, saya akui, saya jarang membaca WA”, Kata Khairi.

“Tidak (ujaran kebencian) SARA, tapi apa adanya, pihak berwenang juga. Undang (demonstrasi) ke kekacauan. Saya terkejut, ‘Ayo lakukan seperti’ 98. ‘, tidak ada dari kami yang tahu hukum bus, tapi kami yakin kami tolak saja, “lanjutnya.

Read More: Tembok Rutan Bangli di Bali Hancur akibat Hujan Deras

Ia lantas mengabarkan bahwa ia bertemu dengan dua anggota kelompok “WE Medan” saat pemilihan presiden 2019. Khairi mengatakan, dua anggota yang menyerukan kerusuhan itu sebenarnya tidak turun ke jalan saat demonstrasi. Politik dalam dan luar negeri

“Ayo ketemu di luar, baik relawan saat Pilpres (2019). Mereka tidak datang (saat WE Medan membagikan makanan kepada pengunjuk rasa),” tutup Khairi.

Sebelumnya, Khairi ditangkap polisi karena diduga merelokasi pengunjuk rasa pada Jumat sore, 9 Oktober 2020. Saat polisi menyita dan menggeledah ponselnya, ditemukan WAG “WE Medan” yang ada undangannya. untuk mengadakan demonstrasi liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*