Siap Dipanggil Menghadapi Kasus Ekspor Benur, Inilah Adik Prabowo

Siap Dipanggil Menghadapi Kasus Ekspor Benur, Inilah Adik Prabowo

Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengaku siap dipanggil KPK atas kasus korupsi ekspor benih lobster yang melibatkan Edhy Prabowo sebagai tersangka. Jadi KPK akan memanggilnya?

“Kita tidak harus berspekulasi dan pra-hakim, buktikan saja, artinya nanti kita lihat,” kata Direktur Penegakan Hukum Karyoto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Jumat (4/12/2020).

Kayoto mengatakan penyidik akan menganalisis terlebih dahulu dokumen-dokumen yang disita dalam kasus ini. Analisis baru akan dilakukan pada Senin (7/12). Politik Indonesia

“Saya katakan kami akan melakukan peninjauan pada hari Senin karena banyak sekali dokumen yang sudah digeledah, dihapus, dianalisis dan dievaluasi yang relevan dengan kasusnya dan bisa dikembangkan untuk kasus itu. Jadi saya tidak berspekulasi, ”ujarnya.

Karyoto enggan banyak berspekulasi soal ini. Karyoto mengatakan, pihaknya masih mengikuti praduga tak bersalah.

“Kalau saya berbicara buruk, akan ada efek negatif dan semua orang harus menghormati prinsip praduga tidak bersalah,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo mengaku siap dipanggil KPK terkait kasus korupsi ekspor benih goreng yang melibatkan tersangka Edhy Prabowo. Hasyim berkata tidak ada masalah dengan itu.

“Tentu kalau diundang atau diundang, kami akan menuruti, tidak ada masalah,” kata Hasyim dalam jumpa pers di Jetski Cafe, Jalan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (4/12).

Selain itu, pengacaranya, Hotman Paris, menambahkan, tidak ada alasan KPK memanggil Hasyim atau Rahayu Saraswati karena tidak ada sangkut paut dengan kasus tersebut. Meski begitu, kata dia, somasi itu tetap menjadi kewenangan KPK. Dunia Politik dan Ekonomi

“KPK hanya menelpon kalau ada kaitannya, kalau ada bukti, bukti keikutsertaan dalam usaha ekspor, ikut suap, tahu atau bantu menyuap. Ya gimana mau suap kalau tidak ada izin ekspor. UU memang kewenangan KPK, tapi tidak ada alasan untuk memanggil sebagai saksi, ”ucapnya.

Read More: Habib Rizieq Dijemput Satgas COVID-19 Ternyata adalah Hoax

Hashim Djojohadikusumo mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara perusahaan bernama PT Aero Citra Kargo (ACK) tentang dugaan korupsi keripik atau lobster dengan keluarga besarnya. Hasyim juga dengan tegas menyatakan bahwa adiknya, Prabowo Subianto, tidak ada sangkut pautnya dengan PT ACK. Ekonomi Indonesia

“Ada perusahaan namanya ACK, saya juga ketahuan hari Kamis setelah Pak Edhy ditangkap,” kata Hasyim.

Nama PT ACK muncul setelah KPK menangkap mantan Menteri KKP Edhy Prabowo karena diduga menyuap benih lobster. Edhy, yang tergabung dalam Partai Gerinda, ditangkap saat tiba di Indonesia usai mendapat suap di Amerika Serikat. Politik dalam dan luar negeri

Berdasarkan informasi dari KPK, diketahui ekspor benih ikan hanya dapat dilakukan melalui dispatcher PT ACK dengan angkutan Rp 1.800 per kapita. PT DPP, sebagai donor, diduga telah mentransfer sejumlah uang ke rekening PT ACK senilai total Rp 731.573.564.

“Entahlah, saya baru tahu hari Kamis, ACK atau apa, atau apalah, saya tidak tahu,” kata Hasyim.

Petinggi PT ACK kemudian dipanggil KPK untuk menangani kasus ayam goreng tersebut. Hasyim dan Prabowo merasa sakit hati karena dikaitkan dengan perusahaan.

“Dan saya ingin tegaskan bahwa keluarga kami, termasuk Pak Prabowo, tidak ada hubungannya dengan perusahaan ini dan, jujur ??saja, kami merasa sangat-sangat tersakiti dengan keberadaan perusahaan dan penulisnya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*