Dunia Politik dan Ekonomi

Politik dan Ekonomi

This is the word of the Yakuza boss who was sentenced to death by a Japanese court

This is the word of the Yakuza boss who was sentenced to death by a Japanese court

Kejahatan tidak mengenal usia. Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman mati kepada kepala yakuza Satoru Nomura, kepala sindikat kejahatan ‘Kudo-kai‘ yang berusia 74 tahun. Kepala gangster di barat daya Jepang telah membantah tuduhan memerintahkan serangan kekerasan. Al Jazeera, 25/08.

Pengadilan Distrik Fukuoka mengkonfirmasi telah menjatuhkan hukuman mati pada Nomura pada hari Selasa, sementara media Jepang mengatakan putusan itu datang meskipun kurangnya bukti yang menghubungkannya langsung dengan kejahatan tersebut. Politik Indonesia

“Saya meminta keputusan yang adil … Anda akan menyesali ini seumur hidup Anda,” kata Nomura kepada hakim setelah hukumannya, menurut surat kabar Nishinippon Shimbun.

Mafia yakuza telah lama ditoleransi di Jepang sebagai kejahatan yang diperlukan untuk memastikan ketertiban di jalanan dan menyelesaikan sesuatu dengan cepat, betapapun meragukan caranya.

Read More: PBNU Will Report Muhammad Disappointed to Police Regarding Blasphemy

Namun dalam beberapa dekade terakhir, peraturan anti-geng yang lebih ketat, toleransi sosial yang melemah, dan ekonomi yang lemah telah menyebabkan keanggotaan yakuza terus menurun. Dunia Politik dan Ekonomi

Nomura dinyatakan bersalah karena memerintahkan penembakan fatal pada tahun 1998 terhadap seorang mantan kepala koperasi perikanan yang memiliki pengaruh atas proyek pembangunan pelabuhan, kata media arus utama.

Dia juga berada di balik serangan tahun 2014 terhadap anggota keluarga korban pembunuhan dan serangan pisau tahun 2013 terhadap seorang perawat di sebuah klinik tempat Nomura mencari perawatan, menurut laporan pengadilan. Ekonomi Indonesia

Penembakan pada tahun 2012 terhadap seorang mantan perwira polisi yang menyelidiki Kudo-kai juga dianggap sebagai tanggung jawab Nomura. Pejabat itu selamat dengan luka serius di pinggang dan kakinya, kata media.

Jaksa dilaporkan berpendapat bahwa masing-masing dari empat insiden adalah serangan terkoordinasi oleh Kudo-kai, dengan Nomura sebagai dalang dan wakilnya, Fumio Tanoue, menyetujui tindakan melalui rantai struktur komando geng.

Tanoue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada hari Selasa, kata pengadilan. Tanoue membantah tuduhan itu. Menurut surat kabar Asahi Shimbun, Tanoue juga mengatakan kepada hakim, “Anda mengerikan, Tuan Adachi,” saat meninggalkan ruang sidang. Pengadilan juga menuntut denda 20 juta yen ($ 182.200) untuk Nomura dan Tanoue.

Yakuza berubah dari kekacauan Jepang pascaperang menjadi organisasi kriminal multi-miliar dolar, yang terlibat dalam segala hal mulai dari narkoba dan prostitusi hingga pemerasan perlindungan dan kejahatan kerah putih. Politik dalam dan luar negeri

Tidak seperti mafia Italia atau triad Cina, yakuza telah lama menempati wilayah abu-abu dalam masyarakat Jepang: mereka tidak ilegal dan setiap kelompok memiliki markas sendiri yang terlihat jelas oleh polisi.

Dengan lebih dari 100 orang terpidana mati, Jepang adalah salah satu dari sedikit negara maju yang mempertahankan hukuman mati. Dukungan publik untuk hukuman mati tetap tinggi meskipun ada kritik internasional, termasuk dari kelompok hak asasi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*