Dunia Politik dan Ekonomi

Politik dan Ekonomi

KSP’s Defense Against the Many Murals Attacking Jokowi

KSP’s Defense Against the Many Murals Attacking Jokowi

Mural yang dibuat oleh banyak seniman belakangan ini banyak disebarluaskan. Ada pihak yang mengkritik pemerintah secara umum atas situasi saat ini, yang secara langsung mengkritik Presiden Joko Widodo. Last but not least, mural kemudian dihapus, memicu perdebatan.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Juri Ardiantoro, menanggapi serangkaian karya seni berupa mural yang menunjukkan kritik terhadap pemerintah dan Presiden Joko Widodo. Politik Indonesia

Juri menilai, jika kritik dimaknai sebagai bagian dari demokrasi, maka tidak adil mengabaikan unsur-unsur yang mendasarinya. Ia mengatakan, antara lain menghormati hukum, etika dan estetika untuk menjaga ketertiban sosial.

Read More: The ‘victim’ is ready to report to the police, Medina Zein is given time to show good faith

Juri memberikan kebebasan berekspresi terhadap hak semua warga negara, termasuk berekspresi dalam bentuk mural. Tapi yang harus diingat, kata mantan Ketua KPU itu, berekspresi dan membangun optimisme dan kepenuhan peradaban dalam berdemokrasi. Dunia Politik dan Ekonomi

Mural yang sengaja disebar yang belakangan menyerang Presiden Jokowi Widodo merupakan cerminan dari perbuatan yang sebenarnya dihasilkan dari ketiga unsur tersebut karena mengganggu ketertiban sosial dan kepatuhan hukum, kurang memiliki nilai etika dan estetika, kata juri dalam keterangan tertulisnya, Jumat. . , 3 September 2021.

Menurut juri, kritik yang baik terdiri dari memberikan solusi atas berbagai masalah pada subjek kritik. Presiden Jokowi telah berulang kali menyatakan bahwa dia secara terbuka mengkritiknya.

“Presiden Jokowi telah berulang kali menyatakan terbuka terhadap berbagai pendapat dan kritik. Dia bahkan tidak akan menempatkan pengkritiknya sebagai musuh, termasuk pembuat mural yang menyerangnya,” katanya.

Jadi, menurut juri, tidak ada yang salah dengan kritik yang dibangun melalui mural. Hanya perlu mempertimbangkan nilai-nilai lain seperti estetika di ruang publik. Ekonomi Indonesia

“Jadi membuat mural itu tidak masalah dan juga tidak dilarang. Tapi penting untuk diperhatikan, apakah mural bisa ‘dilukis’ di tempat-tempat umum tersebut? Apakah tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dan isinya tidak menyerang kepribadian orang yang absen? secara mental?” kata juri. Politik dalam dan luar negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*