Tag Archive : Ekonomi

Kesepakatan perdagangan Trump mengalahkan ekspektasi pasar, tetapi tidak akan meningkatkan pendapatan, kata para analis

Pasar tampaknya terkesan dengan substansi kesepakatan perdagangan AS-China, yang diungkapkan oleh Presiden Trump pada upacara penandatanganan Gedung Putih Rabu.

Para kritikus dari Dunia Politik dan ekonomi kesepakatan perdagangan itu meremehkan beberapa pencapaian yang bisa dicapai oleh administrasi Trump, Dia menambahkan bahwa pasar tidak mengharapkan Cina untuk berkomitmen membeli sebanyak $ 200 miliar dalam impor AS tambahan dari level 2017 pada tahun 2017 di kalender tahun 2020 dan Tahun 2021, para investor juga tidak meramalkan bahwa produk-produk manufaktur dan energi akan menyusun porsi sebesar itu – $ 115 miliar – dari keseluruhan komitmen.

Arone juga memuji mekanisme sengketa bilateral baru yang akan memberi perusahaan AS jalan baru untuk mengajukan pengaduan tentang kekayaan intelektual dan mekanisme penegakan yang didukung oleh ancaman tarif baru.
Baca Selengkapnya : Trump menunjukkan bahwa impeachment tidak akan memoderasi dirinya

Sayangnya untuk bulls pasar saham, bagaimanapun, investor dan analis mengatakan kepada MarketWatch bahwa kesepakatan kemungkinan akan gagal dalam menciptakan lingkungan kepastian bagi bisnis yang berharap untuk merencanakan investasi modal baru – dan karena itu gagal mendorong pertumbuhan ekonomi atau laba perusahaan.

David Bahnsen, chief investment officer dari The Bahnsen Group, yang mengelola $ 2 miliar, mengatakan, Saya merasa sangat jelas bahwa akan ada lebih banyak volatilitas dan perdagangan yang terjungkal, lebih banyak ancaman oleh presiden kepada mitra dagang utama.

Bahnsen mengatakan ancaman baru ini bisa mengarah ke China, jika itu tidak bertindak cukup agresif untuk memenuhi target impor, tetapi Eropa juga merupakan target yang mungkin. Presiden tidak akan menderita secara politis dengan pangkalannya untuk mulai menyulut Eropa, namun itu akan menciptakan volatilitas di pasar yang saat ini tidak dihargai.

Tidak ada dalam fase satu yang secara khusus akan menambah banyak pertumbuhan [ekonomi] global, tulis Tom Essaye, presiden Sevens Report dalam catatan Kamis untuk klien. Yang perlu kita lakukan adalah melihat ke Treasurys dan pasar internal untuk melihat itu.

Politik Dalam dan Luar Negeri

Jabaran Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Menlu

Retno Marsudi selalu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyebutkan pada pidatonnya mengenai prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun ke depan. Retno mengatkan Dunia Politik dan Ekonomi yang akan diterapkan berlandaskan prioritas empat tambah satu. Hal tersebut karena kelanjutan dari pelaksanaan polugri 5 tahun kebelakang plus penambahan sejumlah bagian.

Salah satu penguatan yang terdapat pada pidato Menteri Luar Negeri Indonesa itu adalah pelaksanaan diplomasi ekonomi. Beliau mengatakan empat plus satu terdiri dari preferensi awal penguatan ekonomi nasional dalam diplomasi internasional. Ini termasuk penguatan dan pengembangan pasar domestik, serta pasar tradisional dan pasar non-tradisional.

Retno juga menambahkan bahwasanya Indonesia merupakan pasar besar, sebab penduduknya yang lebih 260 juta jiwa. Hal itulah yang membuat pemerintah perlu menjalin kerja sama ekonomi pada bangsa lain demi menguntungkan negara pada tingkat bilateral, kawasan, serta dunia. Retno juga menambahkan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai yakni menjaga pasar nasional dari produk-produk ilegal seperti dumping atau subsidi asing, sebab dapat merugikan Indonesia. Kewaspadaan itu juga diperlukan lantaran perkembangan ekonomi global yang saat ini rendah, sehingga peningkatan kasus pelanggaran atau produk yang masuk secara ilegal harus semakin di waspadai.

Baca Selengkapnya : Penafsiran Politik Luar Negeri Menurut Sudut Pandang Beberapa Ahli

Prioritas kedua menurut Menlu adalah diplomasi perlindungan. Dalam artian, negara perlu selalu hadir dalam melindungi warga negaranya yang berada di negeri asing. Retno menuturkan agar capaian hal tersebut berhasil, maka mengubah pola pikir kepedulian serta keberpihakan perlu dilakukan. Pemikiran itu disebut sebagai ‘mindset perlindungan’ atau secara baku dapat diartikan sebagai perlidungan cooparet culture atau budaya perusahaan.

Prioritas ketiga yaitu kedaulatan dan kebangsaan, menurut Retno prioritas politik luar negeri ini diperlukan demi menjaga keutuhan wilayah Republik Indonesia. Beliau juga menuturkan bahwa pemerintah juga akan melaksanakan perundingan dalam usaha penyelesaian batas-batas negara. Retno juga mengatakan prioritas ketiga ini dapat menciptakan toleransi, kemajemukan serta demokrasi sehat yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia. Kerja sama menindak radikalisme serta terorisme juga akan diperkuat lanjut Retno.

Politik Dalam dan Luar Negeri

Peneliti CIPS Sebut Keadaan Politik Dalam Negeri Perlebar Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

Akhir-akhir ini, kondisi dunia politik dan ekonomi sedang memanas, berbagai peristiwa politik menghiasi lini berita setiap hari. Menurut Pingkan Audrine Kosijungan yang selaku peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies(CIPS), hal tersebut bisa memperlebar ancaman resesi ekonomi untuk Indonesia. Resesi ekonomi tengah menjadi ancaman baru bagi perekonomian global, bahkan sejumlah negara maju tidak luput dari ancalaman ini. Indonesia sebagai negara yang ikut terdampak dalam ketidakpastian ekonomi global, harus waspada dan mengantisipasi ancaman resesi

Bila tidak adanya langkah antisipasi, situasi politik dalam negeri yang sekarang mulai membaik akan tetapi tidak stabil membuat Indonesia rawan terkena resesi ekonomi. Pingkan juga menyebutkan bahwa langkah preventif yang dilaksanakan pemerintah sangatlah penting untuk melindungi perekonomian nasional dari gejolak ekonomi global. Kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong cukup realistis dengan target pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, pemerintah wajib mewaspadai ancaman resesi global yang mungkin terjadi pada tahun depan.

Baca Selengkapnya : Jabaran Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Menlu

Setidaknya ada dua faktor utama yang dapat diantisipasi oleh pemerintah untuk menghadapi gejolak ekonomi global yang tengah berada di ambang resesi ini. Pertama yaitu faktor internal yang mencakup stabilitas kondisi sosial dan politik Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan investasi. Sayangnya dinamika politik dalam negeri beberapa bulan belakangan ini kian dinamis. Hal tersebut dapat dilihat dengan masih adanya gelombang demonstrasi yang menuntut parlemen untuk meninjau kembali RUU yang dinilai merugikan rakyat serta kontroversial. Semakin disayangkan juga bahwa beberapa demonstrasi tersebut berujung ricuh dan mendorong sentimen negatif dalam pasar sehingga membuat para investor ngambil langkah ‘menunggu dan memperhatikan’.

Faktor selanjutnya merupakan faktor eksternal yang mencakup kondisi perekonomian dari negara-negara kerjasama bidang dagang maupun para penanam modal asing, hal tersebut tentu mengancam iklim investasi di Indonesia. Pemerintah pun wajib waspada sebab resesi ekonomi dapat menyebar dengan cepat.

Melihat contoh negara tetannga yakni Singapura yang saat ini sedang mengalami perlambatan yang cukup signifikan pada dua kuartal terakhir.

Politik Dalam dan Luar Negeri